Rilisrakyat.id, 27 Juni 2026 – Pertandingan penentuan posisi teratas Grup I berakhir dengan hasil yang cukup mengejutkan sekaligus menyakitkan bagi Norwegia.
Bermain di Stadion Gillette, Boston dini hari tadi, tim berjulukan Viking harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor telak 1–4. Namun, hal yang paling menjadi sorotan publik bukanlah selisih gol, melainkan keputusan besar pelatih yaitu dua bintang utama, Erling Haaland dan Martin Odegaard, sama sekali tidak diturunkan dan hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Pelatih kepala Norwegia, Stale Solbakken, melakukan perombakan sangat besar pada susunan pemain. Sebanyak 10 dari 11 posisi diganti total dibandingkan laga sebelumnya saat mengalahkan Senegal 3–2; hanya satu nama yang dipertahankan.
Keputusan ini sama sekali bukan bentuk penurunan kualitas atau hukuman, melainkan strategi yang telah diperhitungkan matang dan disepakati bersama seluruh unsur tim.
Alasan utamanya jelas: sebelum laga dimulai, kedua tim sudah memastikan tiket lolos ke babak selanjutnya. Pertemuan ini semata hanya untuk menentukan siapa yang akan duduk sebagai juara grup, bukan laga penentuan kelangsungan hidup turnamen .
Di kutip Xinhua dan All Football dari konferensi pers pasca‑pertandingan:
“Keputusan ini jelas benar, disepakati bersama staf medis, terapis, dan pemain sendiri. Kondisi fisik setelah dua laga berat berturut‑turut butuh istirahat agar tetap prima untuk tahap yang sesungguhnya dimulai nanti. Kami tidak datang ke sini hanya untuk memuaskan penonton netral, tapi untuk berlaga jauh di turnamen ini,” tegas Solbakken .
Ada pertimbangan khusus bagi kedua pemain kunci tersebut, sebagaimana dilaporkan media olahraga internasional: Odegaard sejak awal turnamen diketahui masih dalam tahap pemulihan penuh dari cedera lutut yang dialaminya musim lalu, dan beban pertandingan tambahan berisiko memperparah kondisi .
Sementara itu, Haaland terlihat menampakkan tanda‑tanda kelelahan akibat menempati menit main tertinggi di tingkat klub musim ini, ditambah intensitas dua laga sebelumnya di ajang Piala Dunia .
Tanpa pengatur irama permainan Odegaard dan ujung tombak Haaland, serangan Norwegia kehilangan arah serta ketajaman yang biasa mereka tunjukkan. Prancis dengan cepat mengambil alih kendali permainan sejak peluit awal berbunyi.
Bintang utama Prancis, Ousmane Dembele, tampil luar biasa dan mencetak hat‑trick hanya dalam waktu 32 menit saja. Gol ini menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia
Hingga lengkap dengan dua umpan manis dari kapten Kylian Mbappe. Satu balasan Norwegia tercipta lewat Thelo Aasgaard di menit ke‑21, namun peluang menyamakan kedudukan lewat penalti di babak kedua gagal dikonversi oleh Jorgen Strand Larsen karena dibaca sempurna oleh kiper Mike Maignan. Gol penutup dicetak Desire Doue saat masa tambahan waktu berjalan.
Berkaitan dengan rotasi besar ini, data statistik FIFA mencatat Norwegia menjadi hanya tim keempat dalam sejarah Piala Dunia yang melakukan perubahan sebanyak 10 posisi atau lebih dalam satu pertandingan fase grup, setelah Spanyol (2006), Belgia (2018), dan Brasil di edisi yang sama.
Akibat hasil ini, Norwegia terpaksa puas menempati posisi kedua Grup I dengan koleksi 6 poin, sedangkan Prancis naik ke puncak klasemen dengan rekor sempurna 9 poin penuh.
Meski harus menerima kekalahan telak, Solbakken menegaskan prioritas utama tetap pada kesiapan penuh di babak gugur. Berdasarkan jadwal resmi, Norwegia akan berhadapan dengan wakil dari Grup E, Pantai Gading, pada 30 Juni mendatang.
Di laga tersebut, berbagai sumber terpercaya mengonfirmasi bahwa Haaland dan Odegaard dipastikan kembali masuk susunan utama, siap mengembalikan taring Viking yang sempat hilang di Boston.(*)





