RILIS RAKYAT. ID, Kota Palopo– Payung Biru Indonesia (PBI) melakasanakan kegiatan sosial di Panti Asuhan Nur-Ilahi di jalan Domba, Kelurahan Temmalebba, Bara, Kota Palopo, Minggu, (13/7).
Dalam kegiatan kali ini, PBI memberikan bantuan yang terkumpul dari donasi karyawan dan diluar karyawan Jetty Konstruksi
Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Relawan PBI.
“Tadi teman-teman PBI sudah kirim bantuan, langsung saya belikan perlengkapan bayi, kebutuhan untuk makan dan beberapa snack,” sebut Rahmi Rahman salah satu relawan PBI,kepada rilisrakyat.id, Senin (14/7).
Sementara pengurus panti menjelaskan selama ini Panti Asuhan tersebut mendapatkan pemasukan hanya dari donasi pengunjung panti, sejauh ini belum ada donatur tetap.
Sehingga kebutuhan anak-anak di Panti Asuhan tersebut sangat jauh dari cukup.

“Sehari-hari anak-anak cuman makan mi satur atau telur saja. Terkadang jg makan mi instan. Bagaimana juga, disini jumlah anak-anak itu ada 47 orang. Sementara kami tidak punya donatur tetap. Hanya mengandalkan, donasi dari pengunjung panti”. Jelas Dian, pengurus panti.
“Apalagi ini ada juga tambahan 2 bayi baru masuk, yang 1 sudah 4 bulan, yang 1 lagi baru lahir. Jadi memang kita butuh sekali donasi”. Imbuhnya.
PBI merupakan komunitas sosial karyawan PT IMIP Departemen Jetty Konstruksi yang dibangun atas kesadaran bahwa manusia itu hidup berdampingan, ada yang dibutuhkan dan membutuhkan.
“Komunitas ini didirikan atas dasar kesadaran teman-teman tentang kondisi sosial disekitar kita. Kami sadar bahwa banyak orang diluar sana yang membutuhkan uluran tangan”. Ungkap Andriansyah Anggota Komunitas sebelumnya.
Selain itu. Andriansyah juga mengajak teman-teman yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
“Kami ini komunitas sosial, semua relawan itu karyawan imip jetty konstruksi. Siapa tau diluar sana juga masih ada teman-teman yang mau ikut berpartisipasi. Bantuannya bisa langsung dikirim ke nomor rekening 1510015844068 Asrian Awis bank mandiri,” jelasnya.
“Hidup itu paradoks. Jika keburukan merajalela di sekitaran kita. Mari kita merajalela dengan kebaikan. Panjang umur kebaikan”, tutupnya






