RILISRAKYAT.ID – Usaha yang awalnya bernama Lanana Farm dan berdiri pada November 2013 telah berkembang menjadi Lanana Aqiqah Bua, bisnis aqiqah unggulan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Pengusaha di balik kesuksesannya adalah Buyung Mansyur (40 tahun), alumni Teknik Mesin Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2003.

Berlokasi di Jalan Tandi Pau, Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Lanana Farm awalnya hanya berfokus pada pembibitan dan penggemukan hewan. Seiring berkembangnya bisnis, pada Januari 2015 beralih ke sektor jual beli kambing hidup, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Lanana Aqiqah seiring dengan perluasan layanan.

Ketika kompetitor mulai muncul pada tahun 2016, Buyung mengambil langkah strategis dengan menambah fasilitas Rumah Potong Hewan. Saat ini, usaha ini menyediakan tiga pilihan paket layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, yaitu Paket Daging Mentah, Paket Masak, dan Paket Nasi Kotak. Layanan ini pernah mengalami lonjakan permintaan selama masa pandemi.

Selain itu, Lanana Aqiqah juga telah tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (ASPAQIN) yang berdiri sejak 2010 dan dideklarasikan pada 14 Maret 2015 di Jakarta. Organisasi ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan aqiqah di Indonesia. Lebih lanjut, seluruh juru sembelih yang bekerja di sini memiliki sertifikat halal resmi, menjamin proses penyembelihan sesuai ketentuan syariat Islam.

“Kami tetap menjaga hubungan erat dengan kampung halaman dan bekerja sama dengan peternak lokal di Luwu untuk memenuhi kebutuhan kambing berkualitas,” ujar Buyung saat dihubungi Rilisrakyat.id, Selasa (4/1/2026).

 

Kerjasama tersebut tidak hanya meningkatkan pasokan bahan baku, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian masyarakat lokal. Sebagai anggota ASPAQIN, Lanana Aqiqah juga mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas dan penerapan standar layanan yang lebih baik. Hingga saat ini, usaha ini terus fokus memperbaiki kualitas dengan penekanan pada kualitas superior, harga kompetitif, layanan eksklusif, serta fitur inovatif yang membedakannya dari pesaing.

Lanana Aqiqah Bua juga telah menyerap tenaga kerja lokal dari Luwu, menjadi contoh inspiratif bagi pelaku usaha muda di Sulawesi Selatan.