Rilisrakyat.id– Brasil melangkah tegas di ajang Piala Dunia 2026. Dalam laga penyisihan Grup E yang berlangsung Sabtu pagi (20/6/26) pukul 08.30 WIB di stadion utama turnamen.
Tim Samba yang menempati peringkat kelima dunia sudah unggul telak 3–0 saat pertandingan berjalan menit ke‑69:16. Haiti berjuang habis‑habisan, namun tim peringkat ke‑87 dunia itu sama sekali tak mampu membendung serangan bertubi‑tubi lawan.
Sejak peluit awal berbunyi, Brasil langsung mengambil alih kendali penuh. Penguasaan bola berjalan rapi, pergantian posisi luwes, dan ancaman terus dikirim ke wilayah pertahanan lawan.
Haiti terpaksa menutup ruang gerak sangat rapat dan bermain bertahan total, karena beda kualitas permainan terlihat nyata sejak awal.
Terobosan terjadi menit ke‑23. Matheus Cunha menyelinap cerdik di sela kawalan dua bek, lalu melepaskan tembakan tepat sasaran tak terjangkau kiper. Skor berubah jadi 1–0.
Belum sempat Haiti mengatur ulang pertahanan, Cunha kembali beraksi mematikan menit ke‑36. Tembakan akurat keduanya menggandakan kedudukan menjadi 2–0.
Tekanan tak berkurang hingga jeda. Bahkan di waktu tambahan babak pertama, tepat menit ke‑45+3, giliran Vinicius Junior mencetak gol. Ia memanfaatkan celah yang makin lebar, menyelesaikan umpan rekan dengan tenang.
Gol ketiga sekaligus menutup babak pertama dengan skor tegas 3–0.
Memasuki babak kedua hingga menit ke‑69, Brasil tetap tenang dan memegang kendali penuh. Pelatih sedikit menurunkan kecepatan serangan demi menjaga fisik dan formasi, namun tak memberi ruang gerak bagi lawan.
Haiti sesekali berani keluar dari pertahanan dan mencoba serangan balik, tapi jarang sampai mengancam gawang Brasil.
Perbedaan kecepatan transisi serangan‑bertahan, variasi serangan dari semua sisi, serta kemampuan individu lebih matang menjadi alasan utama keunggulan tim Samba.
Sebaliknya, Haiti hanya mengandalkan kedisiplinan posisi dan fisik, belum cukup kuat menahan gelombang serangan beruntun. Hingga berita disusun, skor belum berubah.
Haiti kini berjuang membatasi kerugian atau setidaknya mencetak satu gol kehormatan di sisa waktu.






