Toraja Utara, 17 Sep 2026 — DPC GMNI Toraja Utara berduka atas wafatnya Aris Sanda, warga Toraja Utara yang tewas diserang kelompok bersenjata di jalur Wamena–Mbua, Papua Pegunungan, serta gugurnya Aprida Rapi dan dua rekan dalam penembakan di Distrik Muliama, Jayawijaya, 9 September lalu.
Wakil Ketua Bidang Hukum & Advokasi GMNI Toraja Utara, Ifi Towimba, mempertanyakan efektivitas sistem perlindungan warga sipil di wilayah rawan. “Jangan negara baru bergerak setelah korban jatuh,” ujarnya.
GMNI meminta evaluasi menyeluruh pola pengamanan, penegakan hukum transparan, serta koordinasi erat dengan tokoh masyarakat dan adat. “Warga butuh kepastian dan keadilan. Jangan biarkan warga sipil terus membayar harga termahal dari konflik yang bukan mereka ciptakan.” (*)






