Internasional – Nama Shakira telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kemeriahan Piala Dunia FIFA selama lebih dari dua dekade. Penyanyi kelahiran Barranquilla, Kolombia, 2 Februari 1977 ini kini berusia 49 tahun, dan tercatat sebagai seniman yang paling sering menyumbangkan karya musik untuk mengiringi perhelatan sepak bola terbesar di dunia.

Dilansir dari FIFA.com, perjalanan Shakira dimulai pada edisi Piala Dunia Jerman 2006 lewat lagu “Hips Don’t Lie”. Lagu ini menjadi salah satu irama yang paling melekat di ingatan penonton dan langsung menghidupkan suasana perayaan sepanjang turnamen berlangsung.

Namanya semakin mengukuhkan posisi pada edisi Afrika Selatan 2010 melalui lagu resmi turnamen “Waka Waka (This Time for Africa)”. Lagu yang sarat semangat persatuan ini didengarkan oleh miliaran orang di seluruh dunia dan hingga kini tetap menjadi identitas khas ajang Piala Dunia.

Keberhasilan itu diikuti kembali pada edisi Brasil 2014 dengan lagu “La La La (Brazil 2014)”. Irama yang enerjik dan penuh nuansa khas Amerika Latin berhasil menyempurnakan suasana pesta sepak bola di negeri Samba.

Kini, dalam edisi Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Shakira yang kini telah menginjak usia 49 tahun kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “Dai Dai”. Lagu ini kembali mengusung semangat kebersamaan dan siap menjadi irama pengiring momen-momen bersejarah sepanjang turnamen berlangsung.

Melalui pernyataannya yang diterbitkan FIFA, Shakira menyampaikan rasa syukurnya. “Menjadi bagian dari perayaan yang mempersatukan seluruh bangsa di dunia ini adalah kebanggaan terbesar bagi saya. Semoga musik ini terus membawa semangat persahabatan dan kegembiraan bagi semua penggemar sepak bola,” ujarnya.

Dengan kontribusinya di empat edisi berbeda, Shakira resmi tercatat sebagai salah satu seniman paling berpengaruh yang selalu mewarnai kemeriahan Piala Dunia FIFA (*).