RILIS RAKYAT.ID,Luwu Timur– Lagi- Lagi Kegiatan TIM KKN Palopo Gelar FGD di KKN IAIN Palopo di Desa Purwosari,Kec.Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (3/10/24).

Dandi Ishak selaku Kordinator Desa menyampaikan bahwa Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, terutama dalam pengelolaan sayuran organik.

” Kita akan fokus pada materi pengendalian hama dan penyakit serta penataan sayuran organik pada forum Forum Group Discussion” Ujar Dandi Ishak Kepada Rilis Rakyat.Id

Lanjut, bahwa penyuluhan pertanian kali ini mengusung tema yakni pengendalian hama dan penyakit pada sayuran organik serta penataan sayuran organik akan dilaksanakan melalui tiga metode utama diantaranya Focus Group Discussion (FGD) dan demonstrasi pembuatan racun organik serta pendampingan langsung ke lapangan untuk menganalisis penyakit dan hama apa yang menyerang sayuran organik tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola hama dan penyakit, serta memaksimalkan hasil pertanian sayuran organik” Kata Dandi Ishak.

Ia menjelaskan terkait budidaya sayuran organik, hama dan penyakit merupakan masalah yang tidak dapat dihindari oleh petani.

Beberapa hama yang umum menyerang sayuran organik antara lain ulat, kutu daun, dan wereng. Sementara itu, penyakit yang sering menimpa tanaman sayuran antara lain penyakit layu, bercak daun, daun keriting dan virus. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda serangan hama dan penyakit sejak dini agar kita dapat mengambil tindakan yang tepat.

Dalam metode pengendalian hama dan penyakit pada sayuran organik dapat diatasi dengan berbagai cara di antaranya:
1. Penggunaan predator alami: Mengundang predator alami seperti burung dan serangga tertentu dapat membantu mengurangi populasi hama. Misalnya, ladybug sangat baik dalam mengendalikan kutu daun metode ini dikenal dengan istilah Simbiosis mutualisme

2. Rotasi Tanaman: Praktik rotasi tanaman membantu mencegah hama menguasai satu jenis tanaman. Dengan mengganti jenis tanaman yang ditanam di suatu lahan, kita dapat memutus siklus hidup hama.

3. Pembuatan pemanis tanaman: Tanaman seperti marigold dapat ditanam di sekitar sayuran untuk menarik predator alami, sehingga hama tidak terlalu berkembang biak.

4. Penggunaan racun organik: Bahan alami seperti daun sirsak, daun pepaya, sabun colek, air bersih, bahan ini sangat mudah untuk

didapatkan dan sangat efektif untuk digunakan sebagai racun membasmi hama dan penyakit pada sayuran.

Sayur Organik mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti zat besi dan juga zink. Peningkatan konsumsi sayuran organik dapat melawan penyakit berbahaya seperti kanker dan pengonsumsi sayuran ini akan mendapatkan kekebalan terhadap berbagai penyakit, tidur lebih nyenyak dan dapat meringankan berat badan. Hal ini dikarenakan sayuran organik lebih sehat yang mana kandungan bahan kimia pada sayuran ini hampir tidak ada.

Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat kepada masyarakat yang di gadang KKN Kuliah kerja nyata pemberdayaan Tomoni Timur, Kabupatenn Luwu Timur yang di laksanakan oleh Insitut Agama Islam Negeri Palopo. (Rilis)