Rilisrakyat.id, Jakarta— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Program Pelatihan Peningkatan Numerasi Lintas Disiplin Tahun 2026 secara hybrid hingga Oktober mendatang. Pelatihan yang diikuti oleh 30 guru terpilih dari 17 provinsi ini bertujuan memperkuat kapasitas profesional guru dalam mengembangkan pembelajaran numerasi yang kontekstual dan terintegrasi.

​Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Monash University, Australia, untuk menghadirkan pendekatan berbasis penelitian serta perspektif internasional dalam sistem pendidikan nasional.

​Pembukaan pelatihan pada Senin (14/9) diresmikan oleh Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen GTK Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis. Acara tersebut turut dihadiri oleh Lead Academic Program Monash University, Professor Gillian Kidman, serta Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan, dan Penghargaan, Ahmad Budidarma.

​Dalam arahannya, Kemendikdasmen menekankan bahwa numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan keterampilan esensial dalam memahami informasi, menginterpretasikan data, mengenali pola, dan mengambil keputusan berbasis bukti. Oleh karena itu, kemampuan ini perlu diintegrasikan ke berbagai disiplin ilmu untuk menjawab kompleksitas era digital saat ini.

​Melalui program ini, para peserta dibekali kemampuan merancang tugas numerasi nonrutin dan asesmen yang bermakna. Kemendikdasmen berharap para peserta dapat memegang teguh komitmen “Learn Deeply, Apply Meaningfully, Share Generously” agar ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan kembali kepada rekan sejawat di daerah masing-masing sebagai bagian dari gerakan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.