Rilisrakyat.id– Tim Oranye Belanda meledakkan kekuatan penuhnya di ajang Piala Dunia 2026. Pertandingan penyisihan Grup F berlangsung Sabtu, 20 Juni 2026 waktu setempat / Minggu dini hari 21 Juni 2026 pukul 01.00 WIB, di Houston Stadium (NRG Stadium), Kota Houston, Texas, Amerika Serikat.

Di atas lapangan ini, Belanda tampil ganas sejak awal dan membuat Swedia benar‑benar tak berdaya, akhirnya harus menerima kekalahan telak 5–1. Hasil langsung mengantarkan Belanda duduk kokoh di puncak klasemen sementara.

Sejak peluit awal berbunyi, beda kualitas permainan sangat terlihat jelas. Belanda langsung menguasai jalannya laga, memegang bola lebih dari 65 persen, dan melancarkan serangan bertubi‑tubi dari sisi mana saja. Pertahanan Swedia terguncang hebat, tidak sanggup menahan kecepatan dan pergerakan bebas penyerang lawan.

Tekanan yang tak putus akhirnya berbuah gol pembuka di menit ke‑12. Cody Gakpo bergerak lepas di kotak penalti, menyambut umpan silang dengan tendangan keras tak terjangkau kiper — skor berubah jadi 1–0. Belum sempat pelatih Swedia memberi arahan ulang, Memphis Depay kembali menghancurkan benteng pertahanan di menit ke‑24 lewat serangan balik kilat, memperlebar jarak menjadi 2–0. Swedia mulai tampak bingung dan kehilangan pola permainan sendiri.

Berusaha bangkit agar tidak hancur total, Swedia sesekali berani keluar dari cengkeraman pertahanan. Usahanya terbayar di menit ke‑38 lewat Viktor Gyokeres yang berhasil memotong umpan balik dan mencetak gol penghibur, menyamakan sementara menjadi 2–1. Namun momen kebangkitan itu sangat singkat.

Justru memicu semangat lebih besar dari pasukan Oranye. Tepat sebelum jeda, di menit ke‑44, Xavi Simons kembali menusuk pertahanan lawan, mengembalikan keunggulan aman menjadi 3–1 saat masuk ruang ganti.

Memasuki babak kedua, peta pertandingan tak berubah jauh,  Swedia makin kehabisan napas dan benar‑benar kewalahan. Terpaksa membuka ruang lebih lebar, yang justru berubah menjadi ladang subur bagi serangan balik Belanda. Di menit ke‑63, Georginio Wijnaldum memanfaatkan celah luas untuk menjadikan skor 4–1.

Penutup pesta gol yang memukau tercipta di menit ke‑79, saat Cody Gakpo mencetak gol keduanya sekaligus mengunci kedudukan akhir 5–1.

Sepanjang laga, garis pertahanan tengah hingga belakang Swedia terus diacak‑acak. Sulit mencari jalan keluar, sering salah mengoper, dan terlambat bereaksi terhadap pergantian serangan cepat lawan. Sebaliknya Belanda bermain tenang, rapi, dan sangat mematikan setiap kali masuk area terakhir.

Dengan kemenangan besar ini, Belanda mengantongi tiga poin penuh sekaligus mengirim pesan keras kepada peserta lain: mereka hadir sebagai salah satu calon kuat juara. Sebaliknya, Swedia harus segera melakukan perbaikan besar‑besaran jika masih ingin memelihara harapan lolos ke babak gugur lewat dua laga yang tersisa.