Rilisrakyat.id –Menjulang gagah di jajaran Bukit Barisan, Gunung Kerinci berdiri sebagai puncak tertinggi di Sumatera dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Sebagai gunung berapi aktif, ia masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat Situs Warisan Dunia versi UNESCO yang terletak di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat.
Dilansir dari Kompas Travel, gunung ini menyimpan keindahan alam sekaligus peran penting bagi ekosistem sekitar. Di puncaknya terdapat kawah selebar sekitar 400 meter yang kadang mengeluarkan asap belerang, menandakan aktivitas geologisnya. Lerengnya menjadi penyangga sumber air yang mengalir ke sungai-sungai besar untuk kebutuhan pertanian dan pemukiman warga.
Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati. Tumbuh beragam jenis pohon hutan hujan tropis, serta tanaman langka seperti bunga raflesia dan bunga bangkai. Habitatnya juga menjadi tempat hidup satwa dilindungi, antara lain harimau sumatera, gajah sumatera, dan beruang madu.
Bagi pendaki, rute resmi dimulai dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro. Jarak tempuh sekitar 9–10 kilometer biasanya ditempuh dalam 2–3 hari. Sepanjang perjalanan, terhampar pemandangan hutan rimbun, aliran air jernih, dan hamparan kabut yang menyerupai lautan awan.
Sesampai di puncak, rasa lelah terbayar dengan pemandangan 360 derajat. Saat cuaca cerah, tampak jelas gugusan pegunungan dan Danau Gunung Tujuh yang membentang indah di kejauhan.
Pengelola kawasan menegaskan bahwa keselamatan dan kelestarian alam menjadi prioritas. Setiap pendaki wajib mendaftar resmi, menggunakan jasa pemandu, serta mematuhi aturan agar tidak merusak lingkungan.
Hingga pertengahan 2026, jumlah kunjungan terus meningkat. Pemerintah daerah terus memperbaiki akses dan fasilitas, agar wisatawan nyaman tanpa mengorbankan kelestarian alam.






