RILISRAKYAT.ID,PALU – Menteri Kehutanan diwakili direktur pemulihan ekosistem dan bina areal preservasi Direktorat jendral KSDAE, Jefri Susyarianto membuka kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke-34 pada Senin (26/5/2025).
Pembukaan kegiatan ini berlangsung di ruang Auditorium Universitas Tadulako, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Di lansir dari media TribunPalu,TWKM ini di buka secara resmi dari kementerian Kehutanan, di wakili Jefri Susyarianto .Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa peran mahasiswa pecinta alam (Mapala) memiliki visi misi dalam membentuk karakter generasi muda.

“Mapala sebagai organisasi pendidikan memiliki visi misi dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia melalui nilai-nilai konservasi, riset dan sosial budaya,”kata Jefri.
Ia juga menyampaikan kegiatan seperti ini dapat memberikan kesadaran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.
“Kegiatan TWKM ini menjadi salah satu bentuk pengembangan karakter dan kapasitas mahasiswa pecinta alam (Mapala),”
Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) pertama kali digelar tahun 1988 di IKIP Yogyakarta, yang sekarang menjadi Universitas Negeri Yogyakarta.
Jefri Susyarianto mengatakan TWKM kali ini memberikan ruang untuk mahasiswa dalam mendiskusikan terkait permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia.
“TWKM 2025 menjadi wadah Mapala se-Indonesia untuk mendiskusikan isu strategis di Indonesia termasuk isu “Triple Planetery” yang tengah kita hadapi,”jelas Jefri.

Diketahui Triple Planetery merupakan Istilah ini mengacu pada tiga masalah lingkungan yang saling terkait dan saling memengaruhi diantaranya perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.
Kegiatan itu dibuka secara langsung oleh Menteri Kehutanan diwakili direktur pemulihan ekosistem dan bina areal preservasi Direktorat jendral KSDAE, Jefri Susyarianto dengan simbolis pemukulan gimba. (**)
Sumber berita tribunpalu.com






