RILIS RAKYAT.ID– KKN IAIN Palopo Desa Purwosari yang bekerja sama dengan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) kepada ibu-ibu KWT Desa Purwosari menyerahkan bibit sebagai pendampingan metode mulsa, senin ( 14/10/24).

Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dari Penyuluhan pertanian dan demonstrasi pembuatan pembasmi hama dan penyakit dengan menggunakan bahan organik sebagai upaya penanganan stanting dan pengurangan penggunaan pestisida yang telah dilakukan pada hari Kamis, 03 Oktober 2024 lalu.

“Tujuan penyerahan bibit beserta pendampingan melalui metode mulsa kepada kelompok wanita tani (KWT) adalah untuk memberdayakan para wanita dalam meningkatkan produksi pertanian secara efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas, ” kata Dewa selaku penyuluh pertanian lapangan.

Lanjut ia mengatakan bahwa penyerahan bibit unggul menjadi langkah awal yang penting. Bibit yang diserahkan merupakan hasil seleksi ketat untuk memastikan kualitas yang baik dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan setempat.

“Petani diberikan penjelasan lengkap mengenai karakteristik bibit, cara penanganan yang benar, serta manfaat dari bibit tersebut untuk meningkatkan produktivitas, ” Ujar Dewa.

Selain itu juga di jelaskan mengenai metode mulsa kepada ibu-ibu KWT, penggunaan metode mulsa dapat mengurangi kebutuhan air untuk penyiraman dan menekan pertumbuhan gulma tanpa harus sering melakukan penyiangan atau menggunakan pestisida. Hal ini berdampak pada efisiensi biaya dan tenaga kerja, sehingga keuntungan bersih petani meningkat.

Tim KKN Kuliah kerja nyata pemberdayaan masyarakat Insitut agama islam negeri palopo desa purwosari kecamatan tomoni timur kabupaten luwu Timur, melaksanakan penyerahan bibit beserta pendampingan melalui metode mulsa kepada ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani), kegiatan ini didukung langsung oleh pihak BPP (Balai Penyuluh Pertanian). (Dandi/Man)